Pages

Tuesday, 8 July 2014

Setan di Bulan Puasa

Di bulan Ramadhan, setan-setan diikat. Mungkin kita bisa juga menyebutnya “dikerangkeng”. Itulah yang agama kami pahami. Saya meyakini hal itu, tanpa meragukannya sedikitpun karena hal itulah kebenaran, dan kebenaran itulah yang diajarkan pada kami.

Saat Ramadhan tiba, seperti biasa kami melaksanakan ibadah puasa. Suatu kegiatan untuk menahan lapar dan haus, serta hal-hal lain yang membatalkannya, mulai dari subuh hingga maghrib. Tak jarang ada juga yang tidak sampai maghrib. Apa itu termasuk puasa? Ya, terserah. Hanya anda dan Tuhan yang tahu. Wallahualam.

Sedikit pikiran iseng dan (mungkin) tidak penting melintas di benak saya setelah melihat orang-orang yang tak mampu menahan nafsunya. Seorang muslim yang tidak puasa di bulan Ramadhan. Atau mungkin seorang muslim yang berniat puasa, hingga suatu hidangan nikmat tampil melintas di depan matanya. Mereka ingkar, mengabaikan kewajibannya, meskipun bisa jadi hal itu karena beberapa pertimbangan mendasar. Saya mulai bertanya. Apakah itu karena godaan setan? Bukankah agama kita mengatakan bahwa setan diikat dan Tuhan juga telah menutup seluruh pintu neraka? Lalu apa itu? Inilah keterbatasan saya sebagai seorang muslim yang “dangkal”.