Sahabat. Orang bilang, ke mana-mana selalu bersama. Ada juga yang bilang, sahabat itu adalah teman yang saaangat dekat. Dia tahu banyak hal tentang kita. Mulai dari hal-hal kecil, seperti apa film favorit kita, apa makanan kesukaan kita, hingga hal-hal besar yang sangat sangat rahasia. Dia juga orang yang sangat baik. Orang yang mau menemani kita dalam suka maupun duka, bahkan dalam banyak cerita. Tapi dia tetap tahu batas, dimana seorang teman benar-benar sedang menginginkan privasinya, maka dia akan pergi.
Naif, tapi mungkin juga hanya pandangan saya. Entah kenapa, kebanyakan orang hanya beranggapan yang manis-manis saja tentang seorang sahabat. Kadang-kadang, atau mungkin seringkali, mereka terlalu berharap lebih dari seorang sahabat. Ya, terlalu menuntut banyak, bahkan kadang menjadi hilang kontrol dan beranggapan bahwa "sahabat itu ada untukku". Mereka lupa bahwa sahabat adalah seorang manusia. Makhluk yang punya emosi, punya kepentingan, dan pastinya keinginan. Makhluk yang juga berharap akan adanya orang yang mau mengerti dirinya.
Kadang sahabat bisa menjadi orang yang sangat jahat. Kita perlu tahu, bahwa sahabat yang sejati adalah orang yang tidak akan bermanis-manis bibir di depan kita. Dia tidak harus selalu bersikap seperti "dewa" kepada orang yang tidak tahu diri, yang mengaku sebagai sahabatnya. Jika dia tidak suka, maka dia akan bilang "Stop it!". Jika kamu berperilaku buruk, dia akan bilang "You bad!". Bahkan jika kamu terlalu buruk untuk dinasihati, dia tidak akan segan-segan menggunakan kata yang menyakitkan di hadapanmu.
Sahabat sejati tidak akan membungkus mata pisaunya dengan sebuah ciuman. Dia adalah orang yang tegar, orang yang sabar, dan orang yang tetap tersenyum, bahkan saat kau menggunakan lidah tajammu untuk menyayat hatinya. Satu lagi, dia adalah orang yang rela berkorban. Satu hal yang perlu diingat, bahwa saat seorang sahabat menegurmu, maka itu adalah keputusan yang sangat berat dan harus dia ambil. Kenapa? Ya, karena saat itu berarti dia telah berani mengambil resiko untuk kehilangan dirimu, demi sesuatu yang belum pasti, melihatmu berubah menjadi lebih baik nanti.
No comments:
Post a Comment