Mungkin saya kurang pandai kalau soal bercerita. Jadi biarkanlah potret-potret berikut yang menggambarkan bagaimana kami mencoba berkreasi. Inilah kami, seniman-seniman tembok Face2pat. Check it out!
And this is the result. The marker of Face2pat teritorial. Gravitty sederhana ala seniman-seniman XI IPA 4, SMAN 1 Genteng, Banyuwangi.
Mungkin sekarang hanya rekaman ini saja yang tersisa. Tidak ada lagi dinding ini. Semua berubah putih. Menjelma menjadi tembok kelas yang (selalu saja) membosankan. Hanya satu yang saya yakini. Simbol boleh saja hilang, tapi kenangan tidak akan. Sampai jumpa kelas terhebat, salamku untuk kalian semua.
Dedicated for "Face2pat".










No comments:
Post a Comment