Saya penasaran, sebenarnya untuk apa sih yang namanya minggu tenang itu?
Untuk menenangkan pikiran setelah kuliah panjang? Sepertinya tidak.
Untuk menyiapkan materi-materi yang akan diUASkan? Juga tidak.
Atau mungkin untuk istirahat semata? Emm.... tidak juga.
Lalu untuk apa?
Kalau menurut saya sih, sepertinya minggu tenang itu adalah hari untuk ujiannya orang-orang CENGENG. Saya sendiri berpendapat demikian bukannya tanpa alasan. Bayangkan saja. Setiap semesternya, di jurusan saya selalu saja ada mahasiswa anak mama yang berusaha merusak jadwal ujian. Ujian dimajukan hari ini lah, hari itu lah. Alasannya simpel, yaitu ingin cepat-cepat pulang dan merasakan liburan. Hhhh... menyebalkan. Itu setahu saya.
Sebelumnya saya minta maaf kalau ada yang tersinggung. Untuk kalian teman-teman yang memilih ujian di minggu tenang demi mendapat liburan lebih awal, yang kebanyakan mengeluh gara-gara harus menunda kepulangan selama satu minggu, dan yang hobinya melobi dosen supaya UAS dimajukan di minggu tenang, coba perhatikan. Apa kalian tidak merasa bersalah kepada teman-teman kalian? Coba pikirkan nasib mereka yang ingin serius, yang membutuhkan minggu tenang untuk benar-benar belajar. Kalian tidak seharusnya mengorbankan kepentingan mereka seperti ini. Itu egois namanya. Kalian ingin pulang, merekapun demikian. Kalian lelah ke kampus setiap hari, merekapun juga demikian. Kalian rindu orang tua, lalu apa kalian pikir teman kita yang berasal dari Indonesia timur tidak? Dasar kalian, kupu-cupu!
No comments:
Post a Comment