"Alhamdulillah semakin sehat dan segar".
"Alhamdulillah cairan hijau dari lambungnya sudah sangat sedikit yang keluar".
"Waah, suhu badannya sudah stabil di angka 38℃, sebentar kagi sembuh".
Dan lain-lain..
Ternyata di balik itu semua, ada beberapa data perawatan yang luput dari kami.
Almeera sempat mengalami kejang karena suhunya melewati 40,2℃, muntah sehingga harus memperpanjang masa puasanya, dan tidak bisa BAB secara alami selama 2 hari. Perut juga kembung, mengeras dan ukurannya membesar karena infeksi di lambung yang terus menjadi, ditambah lagi dengan info mengenai penyakit NEC yang membuat saya & istri harus semakin bersabar. Terlebih setelah kami sampai rumah sepulang dari rumah sakit, kami langsung search mengenai NEC di google, yang kemudian diarahkan ke situs alodokter. Begini isi artikelnya...
*****
Necrotizing enterocolitis (NEC) atau enterokolitis nekrotikans adalah kondisi peradangan yang terjadi pada usus besar atau usus halus, dan bisa menyebabkan kematian jika tidak segera mendapatkan penanganan medis. Kondisi ini awalnya hanya memengaruhi lapisan dalam usus, tapi bisa berkembang ke lapisan luar sehingga membentuk lubang. Jika kondisi ini terjadi, bakteri yang normalnya terdapat di dalam usus, akan keluar dari usus ke rongga perut (peritoneum) dan menimbulkan peritonitis. Penyakit ini umumnya menyerang bayi berusia dua minggu, dan lebih sering pada bayi dengan kelahiran prematur.
Penyebab pasti necrotizing enterocolitis tidak diketahui, namun kekurangan oksigen saat proses persalinan yang sulit, diduga menjadi salah satu faktor. Usus akan melemah jika kekurangan oksigen dan asupan darah, sehingga mengakibatkan masuknya bakteri ke usus yang menyebabkan kerusakan jaringan usus.
Faktor risiko lainnya adalah kelebihan sel darah merah dan masalah pada sistem pencernaan. Selain itu, bayi yang lahir prematur juga berisiko terserang penyakit ini karena kondisi sistem organ yang belum sempurna. Pemberian susu formula pada bayi yang baru lahir juga diduga bisa memicu necrotizing enterocolitis, karena penyakit ini sangat jarang menimpa bayi yang diberi ASI.
Gejala yang muncul pada bayi dengan necrotizing enterocolitis atau enterokolitis nekrotikans, antara lain adalah:
- Perut yang membesar disertai perubahan warna
- Muntah berwarna kehijauan
- lemas
- Tidak mau menyusu
- Diare
- Demam
Pengobatan yang diberikan akan tergantung kepada faktor-faktor, seperti usia, keparahan penyakit, dan kondisi kesehatan bayi. Dokter akan menyarankan ibu untuk berhenti menyusui dan memberi asupan nutrisi untuk bayi melalui infus. Antibiotik juga akan diberikan untuk melawan infeksi. Jika bayi sulit bernapas karena perut membengkak, akan diberikan tambahan oksigen. Selama pemberian obat-obatan, bayi akan terus dipantau dengan saksama. Dokter akan rutin melakukan pemeriksaan tes darah dan foto Rontgen perut untuk memastikan kondisi bayi tidak semakin memburuk.
Pada bayi dengan necrotizing enterocolitis yang parah seperti usus berlubang atau peradangan di dinding perut, dokter bedah akan melakukan operasi untuk membuang jaringan usus yang rusak. Akan dibuat saluran pembuangan sementara pada dinding perut (kolostomi atau ileostomi) sampai peradangan pada usus membaik dan usus dapat disambung kembali.
*****
Orang tua mana yang bisa menahan perasaan sedihnya setelah membaca artikel di atas. Namun, apalah daya kami selain mempercayakan anak kami kepada dokter & suster, berikhtiar sebiasanya, serta terus berdoa kepada Allah, Tuhan yang maha pengasih lagi maha penyayang.

No comments:
Post a Comment